Garuda Indonesia - Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas garuda indonesia cargo uk

Garuda Indonesia Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas (Dialihkan dari Cargo Garuda Indonesia ) Lompat ke: navigasi , cari Artikel ini membutuhkan lebih banyak catatan kaki untuk pemastian . Bantulah memperbaiki artikel ini dengan menambahkan catatan kaki dari sumber yang terpercaya . (Mei 2015) Garuda Indonesia IATA ICAO Kode panggil GA GIA INDONESIA Didirikan 26 Januari 1949 (sebagai KLM Interinsulair Bedrijf ) Mulai beroperasi 28 Desember 1949 Penghubung Bandar Udara Internasional Kualanamu Bandar Udara Internasional Soekarno–Hatta Bandar Udara Internasional Ngurah Rai Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin Penghubung sekunder Bandar Udara Internasional Juanda Bandar Udara Sultan Aji Muhammad Sulaiman Kota fokus Bandar Udara Internasional Adisutjipto Bandar Udara Internasional Sam Ratulangi Bandar Udara Internasional Sultan Mahmud Badaruddin II Program penumpang setia GarudaMiles Lounge bandara Garuda First Lounge Emerald Sky Lounge Garuda Executive Lounge Aliansi SkyTeam Anak perusahaan Abacus Distribution Systems Indonesia Aero Systems Indonesia Aerowisata Citilink GMF AeroAsia Armada 146 (+160 pesanan) Tujuan 133 (60 Domestik, 73 Internasional) Slogan The Airline of Indonesia Perusahaan induk Pemerintah Republik Indonesia (60,51%) Kantor pusat Jakarta , Indonesia Tokoh utama Jusman Syafii Djamal (Chairman) [1] Pahala N Mansury (CEO) [2] Pendapatan ▲ garuda-indonesia-cargo-uk-rid-0.html. marche di orologi svizzeri US$2,854 milyar (2015) [3] Penghasilan bersih ▲ US$51,4 juta (2015) [3] Situs web www .garuda-indonesia .com

Garuda Indonesia (PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk; IDX : GIAA ) adalah maskapai penerbangan nasional Indonesia. Garuda adalah nama wahana tunggangan Dewa Wisnu dalam mitologi India kuno . Pada tahun 2007 , maskapai ini bersama dengan maskapai Indonesia lainnya (termasuk anak perusahaan Garuda Indonesia, Citilink), dilarang terbang menuju Eropa karena kejadian yang menimpa pesawat Garuda Indonesia nomor penerbangan 200. [4] Setahun kemudian, maskapai ini menerima sertifikasi IATA Operational Safety Audit (IOSA) dari IATA yang menunjukkan Garuda Indonesia telah memenuhi standar keselamatan penerbangan Internasional. [5] Perbaikan layanan dan meningkatnya kualitas layanan maskapai membuat Garuda menjadi pemenang kategori "World's Most Improved Airline" dari Skytrax . [6] 1 Juni 2010 menjadi hari bersejarah bagi Garuda Indonesia, di mana pembukaan kembali rute Amsterdam dilaksanakan menggunakan Pesawat Airbus A330-200 dengan perhentian di Dubai . Pada bulan Juni 2012 , Garuda Indonesia dengan klub sepak bola Liverpool FC, Inggris mengadakan perjanjian kerja sama dan kini merupakan sponsor global untuk Liverpool FC. [7] Tahun 2013 , Garuda Indonesia mendapat dua penghargaan dari Skytrax yaitu "World Best Economy Class" dan "World Best Economy Class Seat". Pada pertengahan tahun 2014 , Garuda Indonesia mendapat penghargaan "World's Best Cabin Crew".

Pada tanggal 5 Maret 2014, Garuda Indonesia resmi bergabung dengan aliansi SkyTeam sebagai anggota ke-20 yang peresmiannya berlangsung di Denpasar , Bali . [8] Pada tanggal 30 Mei 2014, Garuda Indonesia melayani rute ke Amsterdam dengan nonstop menggunakan pesawat Boeing 777-300ER yang memiliki kabin terbaru dari semua armada. Pada tanggal 8 September 2014, Garuda Indonesia memperpanjang rute penerbangannya menuju London . [9] Pada tanggal 11 Desember 2014, bertepatan dengan mundurnya Dirut Garuda Indonesia saat itu, Emirsyah Satar. Garuda Indonesia mendapat Anugerah penghargaan sebagai maskapai "berbintang 5" sedunia dari Skytrax dan menjadi anggota dari 8 maskapai dunia yang mendapat penghargaan tersebut.

Daftar isi 1 Asal nama Garuda Indonesia 2 Sejarah 2.1 Dekade 1920-1930-an: Perintis transportasi udara 2.2 Dekade 1940-1950-an: Awal pendirian, perjuangan, dan menjadi maskapai nasional 2.3 Dekade 1960-1970-an: Perkembangan signifikan dan berekspansi 2.4 Dekade 1970-1980-an: Berkembang maju dan mendunia 2.5 Dekade 1990-2000-an: Kesulitan ekonomi, kecelakaan beruntun dan reputasi buruk 3 Slogan perusahaan 4 Direktur utama perusahaan 5 Rencana strategis maskapai 5.1 Masa kepemimpinan Direktur Utama Emirsyah Satar 5.1.1 Melaksanakan program Quantum Leap 5.1.1.1 Melakukan refresh corporation identity 5.1.1.2 Melakukan Penawaran Publik Perdana 5.1.1.3 Masuk Aliansi Skyteam 5.1.1.4 Ekspansi Internasional 5.2 Masa kepemimpinan Direktur Utama Arif Wibowo 5.2.1 Ekspansi rute 5.2.2 Restrukturisasi keuangan 5.2.3 Pelaksanaan kegiatan strategis maskapai 6 Unit pelatihan terpadu & unit bisnis strategis 7 Sponsorship 8 Garuda Indonesia Experience 8.1 Program penumpang setia 8.1.1 GarudaMiles 8.2 Layanan sebelum penerbangan 8.2.1 First Class Lounge 8.2.2 Business Class Lounge 8.3 Layanan dalam penerbangan 8.3.1 Kelas utama/first class 8.3.2 Kelas bisnis/executive class 8.3.3 Kelas ekonomi/economy class 8.3.4 Layanan Wi-Fi 8.4 Penghargaan maskapai 8.5 Kerjasama aliansi, code share agreement & destinasi 8.5.1 Garuda Explore dan Garuda Explore Jet 8.5.2 Garuda Indonesia dan Skyteam 9 Armada 10 Galeri 11 Peristiwa yang menimpa Garuda Indonesia 12 Referensi 13 Pranala luar

Asal nama Garuda Indonesia [ sunting | sunting sumber ]

Pada tanggal 25 Desember 1949 , wakil dari KLM yang juga teman Presiden Soekarno , Dr. Konijnenburg, menghadap dan melapor kepada presiden di Yogyakarta bahwa KLM Interinsulair Bedrijf akan diserahkan kepada pemerintah sesuai dengan hasil Konferensi Meja Bundar (KMB) dan meminta kepada dia memberi nama bagi perusahaan tersebut karena pesawat yang akan membawanya dari Yogyakarta ke Jakarta nanti akan dicat sesuai nama itu.

Menanggapi hal tersebut, Presiden Soekarno menjawab pertanyaan tersebut dengan mengutip satu baris dari sebuah sajak bahasa Belanda gubahan pujangga terkenal, Raden Mas Noto Soeroto di zaman kolonial yang berisi, Ik ben Garuda, Vishnoe's vogel, die zijn vleugels uitslaat hoog boven uw eilanden ("Aku adalah Garuda, burung milik Wisnu yang membentangkan sayapnya menjulang tinggi di atas kepulauanmu").

Maka pada tanggal 28 Desember 1949 , penerbangan bersejarah menggunakan pesawat DC-3 dengan registrasi PK-DPD milik KLM Interinsulair terbang membawa Presiden Soekarno dari Yogyakarta ke Jakarta untuk menghadiri upacara pelantikannya sebagai Presiden Republik Indonesia Serikat (RIS) dengan nama Garuda Indonesian Airways, yang diberikan oleh Presiden Soekarno kepada perusahaan penerbangan pertama ini.

Sejarah [ sunting | sunting sumber ] Dekade 1920-1930-an: Perintis transportasi udara [ sunting | sunting sumber ]

Berhasilnya penerbangan pertama yang diawali oleh Wright Bersaudara pada Tahun 1903 di Kitty Hawk, Carolina Utara . Membuat para penerbang lain bermunculan dan mulai melakukan berbagai penjelajahan yang luar biasa seperti yang dilakukan oleh Charles Lindbergh yang melakukan penerbangan dari New York menuju Paris melintasi Samudera Atlantik yang dinilai sebagai salah satu pencapaian fantastis pada saat itu, tak hanya menggugah para masyarakat yang kelak menjadi penerbang yang ulung, tapi juga mendorong para negara penjajah untuk memanfaatkan daerah jajahannya dengan melengkapi teknologi yang baru saja diadakan ini, termasuk Belanda .

Belanda dalam rangka memperkuat sistem penjajahannya, mereka memperkuat sistem perhubungan yang berpengaruh, dengan mendirikan perusahaan tranportasi udara yang bernama KNILM pada tanggal 24 Oktober 1928 dengan modal sebesar 5 juta Gulden yang dihimpun dari 32 perusahaan dan pengusaha besar. Kemudian, dana yang telah dikumpulkan ini digunakan untuk mendatangkan pesawat jenis Fokker VIII Trimotor yang berjumlah sebanyak 4 armada dari Belanda. Setelah menempuh perjalanan yang rentang waktunya berbeda-beda, operasional pertama KNILM diresmikan pada tanggal 1 November 1928 oleh Gubernur Jenderal Belanda, De Graef yang disaksikan oleh H. Nieuwenhuis sebagai kepala KNILM, TH.J. De Bruyn sebagai kepala administrasi keuangan dan Behege sebagai kepala dinas teknik serta Meal De Jong sebagai handelszaken (Kepala Bagian Niaga) bersama warga Batavia di Bandara Cililitan. Setelah berkembang lama, maskapai ini mati akibat Perang Dunia 2 yang diakibatkan oleh invasi Jepang ke Asia Tenggara

Dekade 1940-1950-an: Awal pendirian, perjuangan, dan menjadi maskapai nasional [ sunting | sunting sumber ]

Setelah penerbangan KNILM bubar pada tahun 1940, Belanda kembali mendirikan maskapai lagi yang bernama KLM Interinsulair Bedrijf pada tanggal 1 Agustus 1947 yang bertujuan untuk kembali melayani daerah jajahannya dengan mengambil kembali pesawat sebanyak 20 armada ayng merupakan bekas pakai dari KNILM. Namun, tak lama kemudian pada tanggal 26 Januari 1949 KLM IIB diganti namanya menjadi Garuda Indonesia (Sehingga hari tersebut dijadikan sebagai hari jadi Garuda Indonesia), di mana maskapai bernama Indonesian Airways terbang dari Jogjakarta menuju Jakarta dengan pesawat yang bernama Seulawah atau Gunung Emas , yang diambil dari nama gunung terkenal di Aceh. Dana untuk membeli pesawat seharga 120.000 Dollar Malaya ini didapatkan dari sumbangan rakyat Aceh . Maskapai ini tetap mendukung Indonesia sampai revolusi terhadap Belanda berakhir. Garuda Indonesia mendapatkan konsesi monopoli penerbangan dari pemerintah Republik Indonesia pada tahun 1950 dari KLM. Selain itu, Pemerintah Birma juga membantu mendirikan maskapai ini. Garuda Indonesia pada awalnya adalah hasil joint venture antara pemerintah Indonesia dengan KLM dengan kalkulasi pemerintah Indonesia memiliki 51% saham. Selama 10 tahun pertama, perusahaan ini dikelola oleh KLM. Tetapi karena paksaan nasionalis, KLM menjual sebagian dari sahamnya pada tahun 1953 ke Pemerintah Indonesia dan pada waktu yang bersamaan, maskapai ini memiliki 46 pesawat, termasuk 14 pesawat DeHavilland Heron yang dibeli Garuda antara 1953-1954. Tahun 1955 , Garuda Indonesia meresmikan pelayanan penerbangan haji menuju Jeddah dengan rute Jakarta - Bangkok - Kolkata - Karachi - Sarjah - Jeddah menggunakan pesawat Convair CV-340 .

Garuda Indonesia menyumbangkan sebuah pesawat DC-3 kepada pemerintah negara Birma untuk membalas budi bantuan mereka. Saat itu, Garuda Indonesia telah memiliki 27 pesawat terbang, staf terdidik, bandara, dan jadwal penerbangan. Kesiapan Garuda Indonesia ini membuat mereka berbeda dengan maskapai pionir lainnya di Asia.

Dekade 1960-1970-an: Perkembangan signifikan dan berekspansi [ sunting | sunting sumber ] Convair 990 "Majapahit" Garuda Indonesian Airways di Bandar Udara Internasional Schiphol , Amsterdam pada tahun 1965 .

Memasuki dekade baru, garuda me- phase out De Havilland Heronnya pada 1960. Tidak diketahui secara pasti alasan mereka menjualnya, Garuda menjual Heron mereka kepada Fujita Airlines asal Jepang , salahsatunya jatuh pada 17 Agustus 1963. Dekade ini merupakan dekade pembangunan sekaligus kemajuan untuk Garuda. Pada tahun 1961 , Garuda mendatangkan pesawat turboprop Lockheed L-188C Electra , ketiga pesawat baru itu masuk dinas aktif pada bulan Januari 1961 dan diberi nama "Pulau Bali ", " Candi Borobudur " dan " Danau Toba ", yang merupakan nama tujuan wisata Indonesia yang paling dikenal di luar negeri, tahun 1963 , Garuda membuka rute penerbangan menuju Tokyo dengan pesawat L-188 dengan perhentian di Hongkong , rute ini kemudian dikenal dengan nama "Emerald Route". Garuda memasuki era jet pada tahun 1964 dengan datangnya tiga pesawat baru Convair 990A yang diberi nama " Majapahit ", " Pajajaran " dan " Sriwijaya ", yang merupakan nama kerajaan kuno di Indonesia dan menjadikan Garuda Indonesia maskapai pertama di Asia Tenggara yang mengoperasikan pesawat jet subsonik. Saat itu, jet bermesin empat Convair 990 merupakan pesawat berteknologi canggih dan memiliki kecepatan tertinggi dibandingkan pesawat-pesawat lain yang sejenis, seperti Boeing 707 dan Douglas DC-8 . Dengan pesawat ini pula Garuda membuka penerbangan antarbenua dari Jakarta ke Amsterdam melewati dengan rute Jakarta - Bangkok - Mumbai - Karachi - Kairo - Roma - Frankfurt - Amsterdam Pada tahun 1966 , Garuda kembali memperkuat armada jetnya dengan mendatangkan sebuah pesawat jet baru, yaitu Douglas DC-8. Sementara, pada akhir tahun 1960-an, Garuda membeli sejumlah pesawat turboprop baru seperti, Fokker F27 . Pesawat ini datang secara bertahap mulai tahun 1969 hingga 1970 dari hasil penjualan beberapa pesawat berbadan lebar untuk memenuhi pasar domestik yang terus berkembang. Pada 1970, rute menuju Kairo diganti menuju Athena

Dekade 1970-1980-an: Berkembang maju dan mendunia [ sunting | sunting sumber ] Boeing 747-200 Garuda Indonesia mendarat di Bandara Internasional Zurich pada bulan Mei 1985.

Dilanjutkan pada dekade 1970-1980-an. Wiweko Soepono Dirut Garuda Indonesia, melakukan program revitalisasi perusahaan yang mencakup perbaikan layanan, mengganti sistem manajemen, anti-KKN, memperbarui dan menambah armada serta menambah rute Domestik dan Internasional kemudian, beberapa pesawat di jual untuk menggarap pasar domestik dengan Fokker F-27 dan Fokker F-28 dan pada pertengahan 1970an, muncul di mana sebuah tren kenaikan jumlah penumpang yang naik pesawat dan tren tersebut tidak disia-siakan oleh Wiweko dalam rencananya yang bernama Buy now for tomorrow profit untuk membeli pesawat berbadan lebar dengan jarak jangkauan yang jauh dan penumpang yang banyak yaitu, Boeing B747-200 dan Douglas DC-10-30 yang di peruntukkan Garuda menerbangi rute baru di Benua Asia , Australia dan Eropa dan pada tahun 1982 Garuda Indonesia menjadi maskapai pengguna pertama Airbus A300B4-600 FFCC (Modifikasi kokpit dengan 2 awak). Memiliki inisiatif dan inovasi yang menarik di Garuda Indonesia, Wiweko yang menjabat menjadi Dirut selama 16 tahun berhasil membawa GIA menjadi maskapai terbesar ke 2 se Asia setelah Japan Airlines serta menjadi maskapai terbesar dan berpengaruh di belahan bumi bagian selatan.

Kemudian pada tahun 1985 , pimpinan GIA digantikan oleh R.A.J Lumenta. Kemudian, Ia melakukan re-branding terhadap maskapai dengan mengubah nama dari Garuda Indonesian Airways menjadi Garuda Indonesia dan memindahkan pangkalan utama yang sebelumnya berada di Bandara Kemayoran dan Bandar Udara Halim Perdanakusuma dipindahkan ke Soekarno Hatta dan melakukan perbaikan sistem manajemen dan penambahan rute. Pada tahun 1985, Garuda Indonesia berhasil merintis penerbangan menuju Amerika Serikat dengan Douglas DC-10-30 bersama maskapai Continental Airlines dengan destinasi Los Angeles dan berhenti di Denpasar- Biak - Hawaii dengan menggunakan logo spesial gabungan dari Continental Airlines dan Garuda Indonesia.

Dekade 1990-2000-an: Kesulitan ekonomi, kecelakaan beruntun dan reputasi buruk [ sunting | sunting sumber ] Boeing 747-400 Garuda Indonesia mendarat di Bandara Internasional Frankfurt . McDonnell Douglas MD-11 Garuda Indonesia mendarat di Hawaii sebelum melanjutkan penerbangan ke Los Angeles pada tahun 1990-an.

Selama dekade 1990an , Garuda Indonesia melakukan peremajaan armada dengan melakukan pembelian armada pesawat 9 unit McDonnell-Douglas MD-11 yang datang pada tahun 1991 untuk mengganti peran sebagai Pesawat Douglas DC-10, yang diikuti oleh berbagai seri keluarga Boeing 737 Classic yang datang tahun berikutnya, sebagai pengganti DC-9, serta Boeing 747-400 yang datang tahun 1994 , dengan skema pembelian yang terdiri dari 2 dibeli langsung dari Boeing, 1 dibeli dari Varig dan Airbus A330-300 yang datang tahun 1996 . Pada masa ini juga, Garuda Indonesia mengalami dua musibah besar yang terjadi di dua tempat yang memakan korban dalam jumlah yang cukup besar, yaitu peristiwa Garuda Indonesia Penerbangan 865 yang terbang dari Fukuoka , Jepang, dan satunya lagi terjadi pada pesawat Garuda Indonesia Penerbangan 152 yang bertempat kejadiankan di Desa Sibolangit, Sumatera Utara. Musibah yang kedua ini menewaskan seluruh penumpangnya, disamping itu, maskapai ini sejak 1997 juga terkena imbas Krisis Finansial Asia yang juga membuat keuangan Indonesia menjadi lesu. Hal ini membuat Garuda harus memotong semua rute yang tidak menguntungkan, terutama rute jarak jauh menuju ke Eropa maupun Amerika. Disamping menutup rute jarak jauh yang tidak menguntungkan, maskapai ini juga melakukan penyesuaian ulang terhadap rute domestik yang ada, serta mengganti jumlah pesawat yang sudah tua secara bertahap dengan menjual, mengalihkan dan memensiunkan armada Fokker F28 dan Airbus A300 yang ada.

Deregulasi maskapai penerbangan Indonesia yang dinaungi peraturan perundangan-undangan UU No 5/1999 (membahas tentang pembatasan praktik monopoli usaha) dan SK Menteri Perhubungan No 11/2001 (membahas tentang tata operasional awal maskapai penerbangan dengan batasan armada minimal 2 pesawat) , menyebabkan Garuda Indonesia kehilangan hegemoni besarnya dalam pasar penerbangan Indonesia, yang berakibat pada menurunnya pangsa kemilikan pasar Garuda Indonesia yang telah kosong dan dimanfaatkan oleh maskapai berbiaya rendah seperti, Pelita Air Service , Awair , Lion Air dan Jatayu Airlines . Hal ini makin memperparah dan menyudutkan posisi Garuda yang berada pada situasi yang sulit. Bagaimana tidak, sudah merugi sejak tahun 1994 dan terus berutang tanpa membayar, ditambah lagi dengan budaya kerja yang sangat birokratis dan lamban eksekusinya membuat sistem yang ada menjadi "tidak ramah dengan ide dan kreativitas" yang berakibat pada terhambatnya performa kompetitivitas Garuda Indonesia dengan maskapai penerbangan lain, belum lagi dengan banyaknya pejabat yang memanfaatkan hubungannya dengan maskapai ini untuk mendapat kemudahan tersendiri yang berdampak pada rendahnya indeks ketepatan waktu yang tercermin pada seringnya terjadi penundaan keberangkatan pesawat.

Hal ini belum ditambah lagi dengan berbagai kejadian-kejadian baru diberbagai negara lain, seperti Serangan 11 September 2001 yang didasari pada motif Jihad ala Al-Qaeda, dilanjutkan dengan terjadinya Bom Bali I dan Bom Bali II , wabah SARS , serta meninggalnya aktivis HAM, Munir Said Thalib yang (diduga) diracuni oleh seseorang yang diyakininya "ingin mendiamkannya" di mana pelaku pembunuhan tersebut hingga hari ini kerap dihubungkan dengan Badan Intelijen Negara , serta Bencana Tsunami Aceh 26 Desember 2004 . Selain itu, Garuda Indonesia juga menghadapi masalah keselamatan penerbangan, terutama setelah peristiwa Garuda Indonesia Penerbangan 200, akibat hal ini, Uni Eropa memberi surat larangan terbang ke Eropa bagi semua maskapai Indonesia. Namun, setelah perbaikan besar-besaran, tahun 2010 maskapai ini diperbolehkan kembali terbang ke Eropa, setelah misi inspeksi oleh tim pimpinan Frederico Grandini yang bertugas untuk memastikan segala kemungkinan yang ada untuk memulai pembukaan kembali rute dengan merekomendasikan pembukaan rute Jakarta - Amsterdam. [10]

Slogan perusahaan [ sunting | sunting sumber ]

Slogan perusahaan yang digunakan oleh Garuda Indonesia lebih berorientasi ke arah gerakan untuk menyediakan jasa transportasi udara yang terjangkau dan menjangkau semua kawasan. Slogan sendiri berasal dari frasa (penggabungan 2 kalimat) yang bertujuan agar mudah diingat khalayak umum dan memperkuat memori masyarakat terhadap layanan yang diberikan oleh maskapai, bahkan beberapa slogan membuat perubahan yang drastis dalam penyampaiannya (seperti Pan American World Airways yang mengusung tema, You can't beat experience . Menjadi hal yang terkenal dan populer, karena slogan yang setara dengan kualitas yang ditawarkan). Berikut slogan Garuda Indonesia:

The Airline of Indonesia (1992-1998, 2012-sekarang) Kini Lebih Baik (1999-2002) Wawasan Nusantara (2003-2004) Nusantara Bangsa (2007-2008) Garuda Indonesia Experience (2009-2011) Look Forward (2016-sekarang) Direktur utama perusahaan [ sunting | sunting sumber ] Dr. E. Konijnenburg (1950–1954) Ir. Soetoto (1954–1959) Marsekal Iskandar (1959–1961) Partono (1961–1965) Soedarmono (1965–1968) Wiweko Soepono (1968–1984) R.A.J. Lumenta (1984-1988) Soeparno (1988–1992) Wage Mulyono (1992–1995) Soepandi (1995–1998) Robby Djohan (1998–1999) Abdul Gani (1999–2002) Indra Setiawan (2002–2005) Emirsyah Satar (2005–2014) Muhammad Arif Wibowo (2014–2017) Pahala Nugraha Mansury (2017– sampai saat ini) Rencana strategis maskapai [ sunting | sunting sumber ]

Rencana jangka panjang ini di desain pada masa restrukturisasi dan revitalisasi layanan maskapai Garuda Indonesia sejak Tahun 2009, dengan tujuan untuk menetapkan titik-titik penting pembangunan kualitas dan peningkatan layanan maskapai . Berikut Rencana strategis tersebut.

Masa kepemimpinan Direktur Utama Emirsyah Satar [ sunting | sunting sumber ]

Saat di bawah arahan Emirsyah Satar, maskapai melakukan berbagai restrukturisasi dan revitalisasi yang menyeluruh terhadap seluruh aspek maskapai. Seperti:

Melaksanakan program Quantum Leap [ sunting | sunting sumber ]

Program 5 tahunan ini dirancang untuk memperbaiki sistem keuangan dan meningkatkan ketahanan keuangan maskapai yang berlanjut pada beberapa perkembangan signifikan yang telah ditetapkan oleh perusahaan, yaitu:

Melakukan refresh corporation identity [ sunting | sunting sumber ]

Garuda Indonesia seiring dengan program transformasi bisnis dan pengembangan pembangunan korporasi Quantum Leap , melakukan berbagai penyegaran ulang kembali Maskapai lewat seragam dan logo baru. Peresmian logo baru yang dilakukan pada tanggal 25 Juli 2009 yang juga bersamaan dengan dibukanya kantor baru Garuda Indonesia dikawasan Bandara Soekarno-Hatta, Jakarta ini ikut menampilkan seragam baru yang merupakan hasil kerja sama tim perancang seragam awak kabin terbaru yang terdiri dari, Josephine Werratie Komara sebagai desainer pakaian, Irma Hadisurya sebagai penasihat warna dan Ted Sulistio sebagai desainer teknis pakaian serta Dianti Poetranto, mantan pramugari. Pelibatan berbagai kalangan yang dilakukan oleh maskapai bertujuan untuk memberikan konsep terbaru Garuda yang bernama Garuda Indonesia Experience yang terdiri dari 5 poin utama (Sight, Sound, Taste, Scent, Sound) yang mencerminkan hal terbaik dari Indonesia . Sementara itu, untuk logo yang didesain oleh Landor Associates, tidak terlalu banyak perubahan yang dibuat, tetapi justru gaya tulisan yang diubah sebgaai refleksi maskapai yang lebih modern, bersih dan bersinergi. Konsep sayap alam berwarna biru aqua, menjadi pilihan terbaik yang bertujuan untuk memberikan semangat profesionalisme dan kebersahabatan Indonesia , sebagai wujud perubahan maskapai ke arah lebih baik.

Melakukan Penawaran Publik Perdana [ sunting | sunting sumber ]

Pada tanggal 11 Februari 2011, Garuda Indonesia secara resmi menjadi perusahaan terbuka yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia dengan kode emiten saham GIAA. Susunan kepemilikan Garuda secara rinci disajikan dengan struktur sebagai berikut:

Pemerintah Republik Indonesia (69,14%) Investor Domestik (24,34%) Investor Internasional (6,12%) Karyawan (0,4%)

Sementara itu, berdasarkan rasio harga beli dengan standar mahal-murah. Garuda Indonesia memang memiliki rasio harga beli saham yang lebih mahal (26 kali) dibanding maskapai Asia Tenggara lainnya, seperti Singapore Airlines (14,06 kali), Malaysia Airlines (7,06) dan Air Asia (9,71 kali) serta China Southern (13,54 kali). Hal ini menjadi daya potensi kemampuan maskapai untuk meningkatkan aspek yang sifatnya direct point to passanger .

Masuk Aliansi Skyteam [ sunting | sunting sumber ]

Garuda Indonesia pada pertengahan tahun 2010, mengutarakan keinginannya untuk masuk kedalam salah satu dari 3 aliansi besar dunia. Hal ini membuat Garuda menjadikan aliansi sebagai langkah penting untuk mempersiapkan kehadirannya di kancah Internasional sekaligus pondasi dasar agar memeiliki konektivitas yang luas dan menjangkau seluruh bagian didunia, yang akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan Skyteam. Persyaratan yang harus dipenuhi untuk masuk salah satunya adalah, registrasi IOSA, akses penumpang ke Lounge, mempunyai pengakuan dari berbagai institusi yang memiliki kapabilitas yang melakukan penilaian pada kinerja maskapai. Garuda Indonesia, secara resmi telah bergabung dengan Aliansi Skyteam pada tanggal 5 Maret 2014 di Bali.

Ekspansi Internasional [ sunting | sunting sumber ]

Garuda Indonesia setelah melakukan berbagai penyesuaian secara manajerial, finansial dan operasional akhirnya, Garuda kembali melangkah ke program ekspansi Internasional yang diawali dengan pembukaan rute menuju Amsterdam yang dilakukan secara bersamaan oleh maskapai seperti di atas tadi, dengan bermodalkan Airbus A330-200, maskapai lama kelamaan mendapat jumlah peminat yang lumayan tinggi dibeberapa kawasan, sehingga maskapai memutuskan untuk mulai meningkatkan frekuensi terbang menuju ke beberapa daerah, terutama Jepang, Australia dan Singapura. Disamping itu,maskapai juga mendatangkan armada Boeing 777-300ER terbaru untuk memenuhi keempat daerah pasar yang terus berkembang tersebut. Pada 12 Desember 2016, Garuda membuka kembali rute ke Mumbai melalui Bangkok

Masa kepemimpinan Direktur Utama Arif Wibowo [ sunting | sunting sumber ] Ekspansi rute [ sunting | sunting sumber ]

Saat ini, maskapai di bawah arahan Arif Wibowo, mulai menggencarkan rencana ekspansinya. Terutama, di berbagai kota di benua biru selain Amsterdam dan London dengan dibukanya beberapa pilihan yang akan direncanakan akan dibuka yaitu, Frankfurt dan Paris [11] , Warsawa [12] dan Port Moresby . [13]

Restrukturisasi keuangan [ sunting | sunting sumber ]

Di samping pelaksanaan ekspansi, Garuda Indonesia juga melakukan semacam restrukturisasi yang sejenis seperti sebelumnya, tetapi memiliki cakupan yang kecil yang bernama Quick Wins [14] yang bertujuan untuk meningkatkan potensi keuntungan dalam pengembangan rute yang ada dengan menggencarkan frekuensi penerbangan ke daerah yang memiliki peminat dan pertumbuhan ekonomi yang tinggi, melakukan restrukturisasi pengeluaran biaya tanpa mengurangi kualitas yang ada dan melakukan berbagai strategi yang tepat dalam rangka untuk mengurangi kerugian yang dialami sebelumnya. Diwujudkannya kontrak kerja sama antar bank bersama maskapai dalam hal Cross Currency Swap (Kerja sama yang berintikan pada perlindungan nilai tukar antar kurs uang) [15] dan Cash Management (Kerja sama yang berdasar pada tata kelola keuangan yang dibantu oleh pihak terkontrak) [16] menjadi jaminan maskapai penerbangan terhadap terjaganya ekuitas keuangan maskapai yang terus bertambah seiring dengan berkurangnya pengeluaran yang tidak perlu sebagai dampak dari efisiensi operasional perusahaan.

Pelaksanaan kegiatan strategis maskapai [ sunting | sunting sumber ]

Kemudian, setelah melakukan berbagai penguatan sistem keuangan manajemen. Garuda Indonesia melakukan rilis sukuk sebesar US$ 500 Juta Dolar [17] untuk membiayai pemesanan pesawat Airbus A350, Boeing 737 MAX 8 dan Boeing 787-9 dengan jumlah masing masing sebanyak 30 armada dengan keterangan pesanan pasti dan pesanan pilihan lewat Letter of Intent (LoI) yang bertujuan untuk mengadakan kerja sama pengadaan armada yang disebut tadi. Pemesanan ini dilakukan menyeimbangkan pasar Garuda Indonesia yang hanya berfokus pada layanan penuh. Airbus A330 diandalkan oleh maskapai sebagai modal untuk bersaing dengan maskapai LCC seperti, Indonesia AirAsia X dan Lion Air yang konfigurasinya akan dijadikan kelas ekonomi total dengan jarak operasional menengah-jauh.

Sementara itu, untuk pendalaman yang lebih teknis. Arif Wibowo dalam wawancaranya disela-sela acara AGM (Annual Grand Meeting) IATA di Miami 9 Juni 2015 yang lalu, terkait rencana kedepan setelah melakukan pembelian pesawat terbaru itu, Garuda akan melakukan penyesuaian pesawat dan rute, terutama 6 armada Boeing 777-300ER versi 3 kelas yang ada. Garuda Indonesia optimistis rute yang akan dibuka oleh Garuda, terutama ke Eropa akan membuat persaingan lebih ngeri-ngeri sedap , karena Garuda akan menghadirkan pesawat berkonfigurasi 3 kelas tersebut dalam rute jarak jauh secara nonstop tanpa transit (Hal ini berlainan dengan 3 maskapai Eropa {Air France, KLM dan Lufthansa } yang membuka rute ke Indonesia, semuanya menggunakan transit di Kuala Lumpur dan Singapura ).
garuda indonesia cargo uk

Orologi di replica poco costoso
garuda indonesia cargo uk
omega orologio oro usato
orologi da polso automatici omega
migliori marche orologi di lusso Garuda Indonesia Cargo UK "Special ALL IN Rates" call 0203 432 7810 Airbridge International Agencies 05 JUL 2016 Special rates GB Direct link Disclaimer | Report content Other annoucements you might be interested in:

Vietnam Airlines - Australia Capacity Available

For more information, please contact Globe Air Cargo.

Vietnam Airlines - Australia Capacity Available ECS Group 16 JUN 2017 Direct link Read more... Close General GB Loading... Disclaimer | Report content << >>

MNG - Freighter Capacity Available

FOR MORE INFORMATION, PLEASE CONTACT GLOBE AIR CARGO

MNG - Freighter Capacity Available ECS Group 16 JUN 2017 Direct link Read more... Close General GB Loading... Disclaimer | Report content << >>

WESTJET CARGO - CALL NOW FOR THE BEST RATES

FOR MORE INFORMATION, PLEASE CONTACT GLOBE AIR CARGO

WESTJET Cargo - CALL NOW FOR THE BEST RATES ECS Group 16 JUN 2017 Direct link Read more... Close General GB Loading... Disclaimer | Report content << >>

Do you know Wings onboard offers Premium OBC Services?

Fast, faster...Wings!

Wings: Premium OBC Services Wings On Board Courier Network 15 JUN 2017 Direct link Read more... Close General SEA Loading... Disclaimer | Report content << >> Please be advised that there will be a CHIEF outage on the15th June 2017 between 1730hrs and 2210hrs. Please deliver in early on this day to avoid any delays. At periods during this time ‘OK TO PROCEED’ will not be granted.” Chief Notification ECS Group 14 JUN 2017 Direct link Read more... Close General gb Loading... Disclaimer | Report content << >> INTERLINE AGREEMENT 7A/CV NEW INTERLINE AGREEMENT WITH CARGOLUX Express Air Cargo 13 JUN 2017 Direct link Read more... Close General TN,FR,DE,BE Loading... Disclaimer | Report content << >>

Do you know Wings onboard offers Premium OBC Services?

Fast, faster...Wings!

Wings: Premium OBC Services Wings On Board Courier Network 13 JUN 2017 Direct link Read more... Close General IAH Loading... Disclaimer | Report content << >> Air Canada Cargo now has more and more coverage to and from Asia thanks to additional flights, an extended schedule and the start of year-round service to Taipei. Air Canada Cargo - 100 Flights to Asia Air Canada Cargo 12 JUN 2017 Direct link Read more... Close General World Loading... Disclaimer | Report content << >> Weer verkrijgbaar; de fraaie Special Cargo Services DG poster waarop alle DG- en handlinglabels staan vermeld. Ook interesse in een gratis exemplaar?  GRATIS DG POSTER Special Cargo Services 12 JUN 2017 Direct link Read more... Close Newsletters NL Loading... Disclaimer | Report content << >> More opportunities, more flexibility - Aeroflot offers now Portugal Lisbon More opportunities, more flexibility - Aeroflot offers now Portugal Lisbon Aeroflot -Russian Airlines 12 JUN 2017 Direct link Read more... Close General PT,DE,AT,CH,ES,FR,IT,NL,BE,LIS Loading... Disclaimer | Report content << >> Bent u afzender van lithium batterijen en wilt u deze zendingen veilig en correct verzendklaar maken voor luchtvervoer? Lithium Batterijen Training 22 juni Special Cargo Services 12 JUN 2017 Direct link Read more... Close Newsletters NL Loading... Disclaimer | Report content << >> You can count on Wings onboard... Fast, faster....Wings! Time critical consignment in the aerospace industry? Wings On Board Courier Network 09 JUN 2017 Direct link Read more... Close General SEA Loading... Disclaimer | Report content << >> AeroMexico - Available wide body space LHR-MEX direct and beyond. Please contact us to discuss our rates and services in further detail LHR 0208-7574788 AeroMexico - Available Space June 2017 ECS Group 08 JUN 2017 Direct link Read more... Close General gb Loading... Disclaimer | Report content << >> You can count on Wings onboard... Fast, faster....Wings! Time critical consignment in the oil & gas industry? Wings On Board Courier Network 07 JUN 2017 Direct link Read more... Close General IAH Loading... Disclaimer | Report content << >> Vietnam Airlines - Available Capacity to SYD and MEL, please contact our team to discuss rates and services in further detail. 0208-7574734 uksales@ecsgroup.aero Vietnam Airlines - Available Capacity to SYD and MEL ECS Group 07 JUN 2017 Direct link Read more... Close General GB Loading... Disclaimer | Report content << >> Route: DE - TUN,MLA Available Maindeck Capacities to MLA and TUN AVAILABLE MAINDECK CAPACITY Skyline Air Services 07 JUN 2017 Direct link Read more... Close Available space DE Loading... Disclaimer | Report content << >> Route: DE - EG MS Calling for UAE MS Calling for UAE Skyline Air Services 07 JUN 2017 Direct link Read more... Close Available space DE Loading... Disclaimer | Report content << >> Route: DE - TR Available main deck & lower deck capacties to IST and beyound Available main deck & lower deck capacties to IST and beyound Skyline Air Services 07 JUN 2017 Direct link Read more... Close Available space DE Loading... Disclaimer | Report content << >> Route: DE - CA Main deck capacity to Canada / USA / Latam Available freighter capacities to YHM and beyound Skyline Air Services 07 JUN 2017 Direct link Read more... Close Available space DE Loading... Disclaimer | Report content << >> Visit us at one of the events in the US: Houston, Seattle or San Francisco  & Request a meeting with the CHAMP team at IATA eAWB360 Houston  here Participate in e-AWB by attending the launch sessions in the US CHAMP Cargosystems Ltd. 06 JUN 2017 Direct link Read more... Close General US Loading... Disclaimer | Report content << >>

This video is unavailable. Sorry about that. Watch Queue Queue Watch Queue Queue Remove all Disconnect The next video is starting stop Loading...

Watch Queue Queue __count__/__total__
\ n